Rabu, 18 Januari 2012

AAL: Saya Dipukul, Dianiaya, dan Dipaksa Ngaku

Pelaku pencuri sandal jepit berinisial AAL mengaku sempat mengalami penganiyaan dari pemilik sandal yaitu Briptu Rusdi Harahap. Penyekapan tersebut berlangsung hampir tiga jam saat AAL bersama dua rekannya dimintai keterangan di kos milik Briptu Rusdi.

"Iya saya dipukul dan dianiaya dipaksa mengaku. Saya ditinju perutnya, ditempeleng, dan ditendang di belakang dan dipukul dengan kayu. Saya dan dua teman saya dipukul semua. Tapi saya yang paling banyak. Dari jam 8 malam sampai jam 22.30 lewat, sampai dipanggil orangtua," ujar AAL dalam jumpa persnya bersama Komnas Perlindungan Anak, Jakarta Timur, Rabu (11/1).

"Dua orang (yang menganiaya-red), Briptu Rusdi dan Briptu Simson," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut AAL menjelaskan kronologi kejadian kasusnya. Kejadian tersebut bermula pada November 2010, saat AAL pulang sekolah sekitar pukul 12 siang ia melihat sepasang sandal di pinggir jalan. AAL pun mengambil sendal tersebut dan dibawa ke rumahnya.

"Saya dan teman saya pulang lewat kos milik Briptu Rusdi Harahap. Saya lihat ada sandal di pinggir jalan di luar pagar. Saya lihat, saya ambil, dan saya bawa pulang. Habis saya bawa pulang itu sudah nggak ada apa-apa," kenangnya.

Pada Mei 2011, AAL dan dua temannya melewati kos milik anggota Brimob Polda Sulteng itu, pada saat itu AAL berniat ke rumah teman dekatnya, siswa SMU 9. Saat melewati kosan, AAL dipanggil Rusdi. Pada saat itulah AAL dituding mencuri sendal milik Rusdi.

"Dia bilang 'heh kamu itu sudah ambil sandal di sini', kemudian saya bilang bukan Pak, saya nggak tahu juga. Terus dia bilang saya sudah tiga kali kehilangan sandal di sini," ujarnya meniru ucapan Rusdi.

Setelah lama mengintrogasi AAL, Rusdi nampaknya mulai emosi dan memukul AAL dan temanya. Saat itulah teman AAL mengaku bahwa yang mengambil sandal adalah AAL. "Dia sudah jengkel, dia pukul saya dan dia tanya-tanya terus. Teman saya juga satu dipukul, dan akhirnya dia mengaku dan bilang AAL memang pernah menemukan sandal di situ, tapi di luar pagar dan itu sudah tahun lalu, bukan Eiger tapi Ando," paparnya.

Setelah kejadian itu AAL pun dipanggil pihak kepolisian Polsek Palu Selatan. Namun di kantor polisi tersebut AAL mengaku memungut sandal di pinggir jalan, bukan mencuri milik Rudi. Begitupun merk sandal tersebut, AAL mengaku sandal yang ia pungut bermerk Ando, berbeda dengan sandal milik Rusdi yang bermerk Eiger.

"Saya disuruh mengaku. Terus saya bilang memang saya menemukan sandal di pinggir jalan situ, bukan Eiger tapi Ando. Terus polisi itu tanya di mana sandal itu, dan saya bilang di rumah. Kemudian disuruh ambil sandal itu ke rumah," tuturnya.

"Saya ke rumah dengan teman saya sambil panggil orangtua. Saya ambil dan saya bawa sandal itu ke kantor polisi dengan orangtua," lanjutnya.

AAL sendiri juga mengaku tidak yakin bahwa sandal yang ia ambil adalah milik Rusdi. Karena sandal yang bermerk Ando tersebut memang letaknya berjarak 30 meter dari kostan Rusdi. "Bukan, saya nggak tahu itu punya siapa karena sandal itu jauh dari rumahnya dan di luar pagar."

AAL menambahkan, ia melakukan visum saat kasus ini sudah masuk di Polda Palu. Dan pihak kepolisian berjanji akan menindak kasusnya. "Abis buat BAP baru divisum. Divisumnya pas sudah di Polda, dan dibilang nanti akan diproses pemukulan itu," imbuhnya.(MEL)


Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar