Senin, 09 Januari 2012

"Jangan Saling Klaim Mobil Esemka"

Sejumlah kepala daerah mengklaim, sekolah kejuruan didaerahnya lebih dulu mampu merakit beberapa moda transportasi dibandingkan siswa dari Solo.

Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengharapkan agar berbagai pihak tidak saling klaim dalam menyikapi mobil buatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Sudahlah nggak usah saling klaim. Yang penting kita menyemangati para siswa SMK untuk tetap berkreasi dan melahirkan mobil nasional," kata dia di Solo, Sabtu, 7 Januari 2012.

Menurut dia, di daerahnya, awalnya program perakitan mobil dilakukan oleh siswa SMK Negeri 2 Surakarta, SMK Negeri 5 Surakarta, SMK Warga Surakarta serta SMK Muhammadiyah 2 Borobudur.

"SMK lainnya juga diajak untuk mendukung program tersebut. Sekolah-sekolah kejuruan harus duduk satu meja untuk memikirkan bagaimana cara mengisi satu sama lainnya biar saling melengkapi," ujar Rudy, sapaan akrabnya.

Ketika disinggung mengenai beberapa pihak yang kontra terhadap mobil karya sisa tersebut, Rudy mengungkapkan bahwa caci maki justru menjadi dorongan yang bagus supaya ke depannya lebih baik.

"Dengan kritikan akan mendorong siswa SMK lebih berprestasi lagi. Seperti halnya Jepang, awalnya membuat mobil bentuknya kotak tetapi lama kelamaan juga menjadi bagus," tegas dia.

Munculnya semangat memproduksi mobil nasional, dikatakan dia, ke depannya akan memberikan lapangan pekerjaan yang cukup banyak kepada lulusan SMK.

"Dengan komitmen membuat mobil nasional akan membuka lapangan pekerjaan yang banyak," tegasnya.

Seperti diketahui, mobil rakitan anak SMK jadi buah bibir pasca keputusan Walikota Solo, Joko Widodo dan wakilnya mengganti Camry lamanya dengan mobil "Kiat Esemka".


Sumber : VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar