Rabu, 04 Januari 2012

Kekalahan Manusia oleh Hewan Dalam Soalan Teknologi.

Manusia mungkin boleh berbangga hati dengan banyaknya teknologi yang ditemukannya. Bisa jadi teknologi digunakan sebagai alat untuk menguasai satu sama lain. Tapi sebenarnya kita terlalu cepat menyimpulkan bahwa kita adalah makhluk yang hebat. Bagaimanapun juga, sesuatu yang menurut kita buat sangat canggih, beberapa makhluk hidup lainnya telah memilikinya jauh hari, bahkan mungkin sebelum kita diciptakan. 


Rayap menghasilkan hidrogen secara efisien dan murah 


Ketika banyak perusahaan dan instansi riset pemerintahan menghabiskan dana puluhan milyar dolar untuk membangun masa depan berbasis hidrogen yang ramah lingkungan dan terbarukan, makhluk sekecil rayap sudah melakukannya selama milyaran tahun. Satu-satunya alasan kenapa rayap suka memakan kayu yang mungkin saja bagian bangungan manusia adalah rayap memiliki sistem di dalam tubuh mereka yang dapat merubah bubur kayu menjadi hidrogen dan kemudian hidrogen menghasilkan energi.
Rayap menghasilkan energi dengan sangat efisien dan murah, sehingga Departemen Energi Amerika Serikat (USDE) mempelajari mereka sembari berharap bisa mencuri metode yang rayap gunakan. Tujuan mereka adalah membuat hidrogen secara komersial dengan proses yang sama sehingga lebih murah. Faktanya, kita masih berpuluh tahun dari teknologi pemrosesan hidrogen yang murah, maka rayap masih mengungguli kita dalam hal ini.


Gajah memiliki pengetahuan Farmasi

Perusahaan farmasi adalah raksasa dalam industri medis. Seringkali mereka mendorong terobosan besar dalam penelitian obat organik dan sintetis yang tak berkesudahan, hanya untuk membuat mereka menghasilkan lebih banyak uang. Ketika percobaan di dalam lab gagal, mereka lalu ke hutan dan mencari tanaman eksotik untuk obat baru.
Sekali lagi, binatang selangkah lebih maju daripada kita. Para ilmuwan menamakannya Zoopharmacognosy yang artinya suatu kemampuan binatang dalam hal pengobatan. Ketika manusia masih mengobati infeksi dengan air raksa dan percaya kepada dukun setempat, gajah sudah menggunakan tanaman di hutan sebagai obat.
Sebagai contoh, mereka umumnya melakukan geophagy (memakan debu) dengan tujuan untuk menetralisir racun yang mungkin tidak sengaja mereka dapat dari tumbuhan. Selain itu mereka juga mengunakan daun dari pohon jenis Boraginaceace untuk melancarkan persalinan. Ditemukan juga satu spesies gajah di afrika selatan yang hampir punah berhasil pulih setelah mengkonsumsi sejenis Ganoderma, jamur yang digunakan dalam pengobatan tradisional China sebagai agen anti kanker dan anti virus.

Navigasi Merpati lebih baik dari pada kita 
Selain terkenal karena seringkali buang kotoran sembarangan dan juga karena kesetiannya pada satu pasangan saja, hewan ini juga memiliki keistimewaan lain. Merpati, khususnya merpati pos memiliki navigasi yang akan membuat GPS anda hanyalah seperti mainan saja. Silahkan anda membawa merpati pos dalam sebuah kandang dan menutupinya dengan kain, letakkan dalam mobil anda lalu mengemudilah ratusan kilometer jauhnya pada suatu tempat yang tidak pernah anda kunjungi sebelumnya. Lepaskan merpati itu dan bisa dipastikan merpati akan sampai lebih dulu di rumah daripada anda. Rekor terjauh burung ini dalam menemukan jalan pulang adalah 1870 kilometer.
Manusia sudah menggunakan peta selama sekian milenium, tapi satu hal yang lebih mirip dengan navigasi merpati adalah Global Positioning System atau GPS, yang mana baru saja daring pada tahun 1995. Sekali lagi, kita kalah telak. 

Bagaimana? Sudah mengaku kalo kita kalah dengan hewan? Bagus! Itulah gunanya kita diberi akal. Pertama, supaya kita dapat berpikir bahwa hewan tidaklah tercipta kebetulan dan hanya mengikuti apa yang penciptanya perintahkan. Yang kedua adalah supaya kita dapat belajar dari apa yang hewan miliki untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Al-Quran secara khusus mendelegasikan lebah sebagai contoh bahwa manusia bisa belajar dari binatang.
“… Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” QS An Nahl:69
Nah, golongan manakah anda? Orang yang memikirkan, atau bukan? Ini hanya tiga dari ribuan binatang yang bisa mengalahkan manusia. Bagaimana pendapat anda?

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar