Selasa, 10 Januari 2012

"Kotoran Gajah" Bali Jadi Buruan Turis Asing

Kotoran gajah di Bali Safari and Marine Park tidak terbuang sia-sia, atau paling banter berakhir jadi pupuk kandang. Buangan kaya serat ini dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kertas berkualitas.

Terdengar menjijikan? Mungkin. Namun, Media Relation Bali Safari and Marine Park, Astrid W Iswulandari mengakui, kertas-kertas tersebut kini ramai diburu orang.

"Belakangan ini kami mendapat telepon, email, banyak juga yang datang langsung untuk mendapatkan kertas tersebut, terutama wisatawan mancanegara," kata dia, kepadaVIVAnews.com, Senin 9 Januari 2012 malam. "Ada yang ingin menjadikannya koleksi, juga suvenir untuk dibawa ke kampung halaman, negara masing-masing."

Padahal, dia menjelaskan, pihaknya belum menjualnya. Kertas-kertas dari kotoran gajah itu masih dalam proses pengumpulan dan disimpan. "Kalaupun nantinya diproduksi, sudah bentuk suvenir, bukan kertas," tambah dia.

Ke depan, kertas-kertas tersebut akan diproduksi menjadi souvenir dan frame foto. "Sejak kami mengabarkan produksi kertas, banyak yang mengira sudah ada souvenir yang dibuat. Tapi hingga hari ini belum," tambah Astrid.

Ada sejumlah kendala untuk memproduksi barang secara massal. "Kapasitas produksi, belum terlalu banyak, sehari 100-150 lembar A3," kata dia, soal proyek yang dimulai pada 1 November 2011 itu. Kendala lain adalah bahan dasar kotoran gajah yang jumlahnya terbatas.

Seperti dimuat situs Radio Australia, Senin 9 Januari 2012, kerajinan dari kotoran gajah kini menjadi buruan para turis, untuk dijadikan suvenir istimewa.

Mereka juga mendatangi Bali Safari and Marine Park, pabrik pembuatan kertas kotoran gajah. Pabrik tersebut dibuka untuk umum, di mana pengunjung bisa melihat proses pembuatan kotoran gajah menjadi barang yang bernilai ekonomi.

Pembuatan kertas dimungkinkan karena kotoran hewan kaya serat. Ketika mencerna, gajah tak melumat habis makanannya.

"Satu gajah makan sekitar 180 kilogram rumput setiap hari," kata pemimpin proyek, sekaligus mantan pegawai kebun binatang Cairns, Australia, Tim Husband, seperti dimuatPerth Now. "Mereka memproduksi 100 kilogram kotoran tiap harinya."

Proses mengubah kotoran jadi kertas memang agak menjijikkan buat masyarakat awam. Pertama, kotoran dikumpulkan, lalu direbus dan dicuci.

Setelah pencucian, tumpukan serat ini kemudian berubah menjadi bubur, dicampur bahan lain, dicetak, lalu dikeringkan jadi kertas. Meski dari kotoran gajah, kertas yang dihasilkan tanpa bau.

Dari satu onggokan kotoran, bisa dihasilkan 15 lembar kertas. "Ini menyelamatkan pohon, gajah, juga membantu masyarakat," kata Husband

Sumber : VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar