Minggu, 22 Januari 2012

Pengemudi Xenia Maut Terancam Dibui 6 Tahun

Pengemudi mobil Xenia maut yang menewaskan delapan orang di kawasan tugu tani siang langsung ditahan di Polda Metro Jaya. Atas insiden tersebut, pengemudi yang bernama Afriyani Susanti ini terancam enam tahun penjara dan ganti rugi sebesar Rp12 juta.

Menurut Kasubdit Gakum AKBP Darmanto, akibat kelalaiannya, tersangka Afriyani terkena empat pasal. Di antaranya, Pasal 283, Pasal 287 ayat 5, Pasal 288, Pasal 310 ayat 1, 2, 3 dan 4 Undang-undang Lalu Lintas.

Sebelumnya, Afriyani telah menjalani pemeriksaan urine dan darah. Dari hasil tes tersebut, tidak terkandung alkohol dan narkoba di dalam tubuhnya.

Afriyani yang tidak memiliki SIM dan STNK asli ini mengaku kepada petugas rem mobilnya blong. Selain itu, dia juga mengaku tidak konsentrasi saat berkendara.

Darmanto mengatakan, pengakuannya soal rem blong belum dapat dipastikan. "Kami akan mengundang labfor untuk uji balistik terlebih dahulu," kata dia.

Menurut saksi mata, mobil Xenia hitam B 24878 XI tersebut berlari kencang namun oleng dari arah Hotel Borobudur menuju stasiun Gambir. Sebanyak 13 orang pejalan kaki dihantam mobil tersebut, delapan di antaranya meregang nyawa.

"Tersangka bersama tiga rekan lainnya, Deni Mulyana, Arisandi dan Adhistira Putri baru selesai dari hotel Borobudur, ke luar dari depan stasiun Gambir belok ke kiri, kemudian karena tak menguasai kendaraan oleng ke kiri dan menabrak sejumlah pejalan kaki," kata Darmanto saat jumpa pers kantor Dirlantas, Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu, 22 Januari 2012.

Pihak Asuransi Jasa Raharja akan memberikan santunan per korban meninggal dunia sebanyak Rp25 juta. Korban termuda adalah Ari, berusia 2,5 tahun. Sedangkan untuk luka dirawat di RSPAD Gatot Soebroto akan dibiayai selama perawatan sampai sembuh. (umi)

Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar